Apa yang ada dalam pikiran Anda atau apa yang Anda ingat mengenai Ferrari? Mungkin ada yang terpikirkan warnanya merah, mobil berkelas, mobil mewah, terpikir mengenai balapan Formula 1 (F1), atau "kuda jingkrak". Atau bahkan, ada juga yang mengasosiasikan dengan kecepatan tinggi.
Ada banyak yang akan diingat jika mendengar kata Ferrari. Inilah salah satu dari kekuatan sebuah brand atau merek. Merek merupakan suatu daya tarik atau sesuatu yang bisa membedakan dengan suatu produk atau jasa lainnya, yang merupakan bentuk keterkaitan antara suatu produk atau jasa tertentu dengan bentuk, prestige, ekspresi, harga ataupun nilainya. Seperti mobil Ferrari, bisa memberikan banyak asosiasi bagi orang yang melihat, mengingat, atau merasakan saat mengendarainya.
Jika dibandingkan dengan produk mobil menengah, atau bahkan produk sekelasnya, tentunya Ferrari mempunyai hampir semua kemampuan brand-nya, baik dalam daya pikatnya, bentuk, kualitas, dan sebagainya. Menurut Kathy Heasly, salah seorang dari Rich Dad Advisor (anggota tim Robert T Kiyosaki), yang telah lebih dari dua dekade membangun bisnisnya yang berfokus pada internationalbrand, untuk membentuk suatu merek yang baik dan punya daya jual yang luar biasa, antara lain diperlukan adanya kesesuaian antara promise dan experience.
Promise adalah sesuatu yang dijanjikan suatu brand tertentu sehingga mampu membawa kepada suatu experience atau pengalaman bagi oleh orang yang membeli brand tersebut. Menurutnya, merek merupakan suatu aset penting bagi suatu perusahaan dalam meningkatkan image dan tentu saja penjualannya. Hal ini karena cukup banyak produk yang memberikan janji terlalu tinggi namun dalam praktiknya orang yang membeli produk tersebut merasa kecewa dan tidak mau lagi membelinya di kemudian hari.
Jika sudah begitu, biasanya brand tersebut tidak bertahan lama. Oleh karena itu, dalam memberikan penawaran apapun juga, berikan suatu pengalaman yang membuat seseorang merasakan sesuatu yang luar biasa dan sesuai apa yang telah Anda janjikan. Terdapat tiga karakter merek yang perlu kita perhatikan, yakni genuine (asli), meaningful (bermakna), dan different (beda) Dalam hal merek harusgenuine, artinya mempunyai keasliannya sehingga tidak mudah ditiru.
Selanjutnya adalah Meaningful; di mana merek harus mempunyai suatu makna yang sangat mendalam bagi para konsumennya. Sedangkan different; berarti merek kita mempunyai perbedaan yang signifikan dengan merek lain yang sejenis. Dengan tiga sifat tersebut, merek kita akan menjadi jauh lebih mudah dikenal, diingat, dan tentu saja di sukai untuk kemudian dibeli secara lebih luasnya, ketiga karakter itu harus saling melengkapi satu sama lain, karena bisa saja terjadi brand memang benar-benar genuine.
Namun jika tidak memberikan makna/arti yang baik atau mendalam bagi orang yang hendak membelinya, brand itu tidak akan diminati atau disukai orang. Dan meski brand kita genuine dan meaningful, bisa saja kurang mendapat respons positif dalam pemasarannya karena ternyata merek yang kita punya dianggap sama dengan yang lain, tidak mempunyai nilai tambah yang dahsyat.
Oleh karena itu, jika saat ini juga Anda belum membuat brand yang mampu mengadopsi tiga karakter tersebut; genuine, meaningful, dan different, maka sudah saatnya Anda memikirkan dan merancangnya demi kelangsungan brand yang lebih langgeng dan optimal.
Keberhasilan brand ditentukan juga oleh waktu. Ibarat minuman anggur semakin lama maka maka akan semakin tinggi nilai jualnya karena enak rasanya.
Kalo sudah begitu mengapa kita tidak segera menciptakan brand bagi diri kita sendiri. Nama kita adalah brand. Orang mengenal seseorang dari nama. Dan itu sudah terbukti hingga sekarang. Dari lahir sampai mati nanti orang itu akan diketahui dari namanya. Itulah yang disebut identitas. Yaa..nama adalah identitas. Secara tidak disadari orang tuakita telah menciptakan brand bagi anaknya.jadi semuaorang sudah menciptakan brand bagi produknya(anak). he..he klo bisa dibilang begitu.Dan brand itu berhasil sehingga anak itu dipanggil nama pemberian orang tuanya.
Jadi klo begitu buatlah merk untuk keperluan komersil sekarang juga. Niscaya merk yang dibuat akan dikenang dan memiliki nilai jual jika memang produk itu dijual belikan.Orang lain akan mengenang merk tersebut jika sedang membutuhkan barang. Soo..tunggu apa lagi...
Disadur dari TUNG DESEM WARINGIN
diolah Sam.budisampurno

Tidak ada komentar:
Posting Komentar