Rabu, 24 Februari 2016

Suku bunga turun ini syaratnya..

Ini 2 Syarat dari Bankir Bila Ingin Suku Bunga Turun
Muhammad Idris - detikFinance
Ini 2 Syarat dari Bankir Bila Ingin Suku Bunga Turun Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Otoritas Jasa keuangan (OJK) tengah mematangkan kebijakan di sektor keuangan. Dalam waktu dekat, OJK akan merilis Peraturan OJK (POJK) Tentang Insentif dalam Rangka Peningkatan Efisiensi.

Bagi perbankan yang mampu melakukan efisiensi, di antaranya dengan penyesuaian margin atau Net Interest Margin (NIM), OJK akan memberikan insentif melalui kemudahan-kemudahan dalam pendirian kantor cabang atau pun perizinan produk-produk perbankan.

OJK ingin, margin perbankan bisa disesuaikan di angka 3-4% seperti Thailand. Melalui efisiensi tersebut, nantinya diharapkan suku bunga kredit juga bisa disesuaikan.

Namun, menurut Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin, setidaknya ada 2 kondisi yang memberatkan perbankan domestik menurunkan suku bunganya.

Kedua hal tersebut yang perlu disesuaikan dulu oleh pemerintah, agar sepadan dengan bank-bank negara ASEAN lain, baru kemudian akan diikuti oleh perbankan.

"Bunga kan kayak harga rumah, dibentuk dari suplai dan demand. Pertama, benchmark harganya harus disamakan antara negara ASEAN. Mesti samakan free risk rate, sekarang masih 7%, sementara obligasi negara yang 10 tahun saja 8%. Padahal risiko simpan uang di bank lebih besar ketimbang di surat utang negara," kata Budi ditemui di Plaza Mandiri, Jakarta, Selasa (23/2/2016).

"Free risk rate-nya Singapra kan masih nol koma sekian, Thailand satu koma sekian. Menurunkan free risk rate itu mesti kerjasama antara perbankan, pemerintah, OJK, dan BI. Kalau risk free rate sudah sama, otomatis bunga kita menyesuaikan," imbuhnya.

Kedua, lanjut Budi, adalah memastikan likuiditas bank seimbang dengan negara ASEAN lain.

"Bunga itu kan harga uang tergantung suplai dan demand, kalau perbankan sebutnya likuiditas. Nah, kami juga harus pastikan bahwa kondisi demand suplai dari kelima negara ASEAN harus sama. Kalau nggak sama, lebih volatile perubahan harga uang atau perubahan bunga dari negara yang likuiditasnya rendah," jelas dia.

Senin, 01 Februari 2016

Ceritaku....

Rasan..rasan...
Tak terasa waktu terus berlalu..ini bulan februari 2016 hem..kira-kira sudah 9 tahun kehidupanku menjadi seorang penglajo kujalanii...tidak dipikirkan hanya dijalani saja...wong manungsa ya mung isone nglakoni njalani .Begitulahkirakira...rasa capek, males, lungkrah, loyo dan penat campur jadi satu jadi hilang berubah gembira, riang, senang ketika tiba hari jumat sore...karena saat itulah waktunya kita akan pulang dengan selembar tiket kereta ditangan..... 
Mungkin sebagian orang menganggap gila, akeh duwit, kok yo iso..opo ra kesel, opo ra kangen anak ato bojone, piye kehidupan sosiale...piye mengko omahe..piye..piye...dan seribu piye2 liyane....yah begitulah istilah-istilah bernada miring (negatif) sering muncul di awal-awal kehidupan sebagai seorang penglajo...bener kan ayo jujur....! Pertanyaan itu muncul dari saudara-saudara sekitar kita, yah orang-orang sekitar kita..adik-adik kita, kakak kita, mertua kita atau bahkan orang tua kita, ato tetangga kita ngomongny seperti itu. Mulutny seperti itu....tpi begitulah semua harus disikapi dan perlu dijawab jangan diam saja...Yah harus dijawab karena klo kita iyakanatodiamkanseakanakan kita menuruti kemauan mereka, mengiyakan dan melakukan pembenaran pendapat mereka. Kita juga tidak ingin berharap diibakan atau dikasihani...Untuk itu siapkah kita dengan pertanyaan seprti itu..? Kan juga nggak salah juga mereka bertanya seperti itu kan?
Oleh karena itu harus kita jawab.. Mengapa perlu dijawab...karena ya kita ingin menjelaskn. he..he...kita ini sdah dewasa bung! Kan Kita sdah terpilih menjadi pejuang PJKa...he..he bisa menentukan dan membuat pilihan,  dewasa dalam berpikir...ealah sok mikir lagi...Saya sarankan anda jangan rendah diri, jawab pertanyaan itu dengan bijak...jngan terjebak sebuah pertanyaan yng menjadikn syok sehingga menjadi rendah diri....ikuti arus saja...jngan melawan apalagi membantah...mungkin dia lebih berpengalaman, ilmuny banyak atau mungkin belum tahu tentang kita.....sembari kita selipi jawabahn yg pas dan positif tentu saja....iya dik, kak, mas, mbak, pak, bu...memang saya capek, tapi toh semua orang kerja ya harus capek...nggak ada kerja yng nggak capek....klo capek nanti istirahat...ato ambil cuti sekalian. Duit abis untuk transport iya memang......tpi klo nggak pulang jadi bujang galau di negeri orang...kerjanya bengong doang...besok klo masuk kerja yah cuma bengong nggak fresh lgi bisa-bisa malah nggak bisa konsen klo kerja karena pikiran kacau....rumah nggak punya, mobil ndak ada.. tenang berpikirlah positif toh.....nnti seiring berjalannya waktu bisa cari pinjman ngutang ke bank....belum lgi acara sosial lingkungn.... tetap tenang maksimalkan acara sabtu minggu untuk lingkungan di sekitarmu.....menyapa tetanggamu, mendatangi, ngobrol, silaturahmi ke orang2 terdekatmu atau tetanggamu...bwakan oleh-oleh. skedarnya....nanti  smua orang juga akan mengerti....semua akan berjalan baik-baik saja bung...ada atau tidak ada dirimu...kehidupn akan terus berputar. 
Sekali lgi jangan galau lakukan kehidupan seperti biasanya, tetaplah berkarir setinggi langit, gantungkan cita-cita dan keinginanmu di kolong langit-langit sehingga setiap hari akan memandang dan berusaha meraih impianmu itu. Jangan lupa pasang foto keluargamu, istri dan anakmu...di dinding kostmu atau jadikan profil di gadget kesayanganmu karena mereka menunggumu kedatanganmu dengan penuh kasih sayang dan keceriaan.  Merekalah yang akan merawat dirimu jika kelak engkau tua, sebagai pelipur lara pengingat dikala engkau sedang dalam kesendirian. Dan ingetlah juga jasa  kepada orang tuamu yng melahirkan,memelihara dn memnjadikan mu seperti ini.... 
Semua butuh pengorbanan itulah khas pejuang...sebuah simbol seseroang yang melakukan perjuangan yang terus menerus meraih tujuan mulia.....istilah orang jaman dulu mangan ora mngan anggere kumpul...tak ada lagi cocok di jaman sekarang. Terakhir kata....tak ada yang kusesali dari keputusanku ini...bertekad kerja jauh dari rumah jadi salah satu keputusan terbaik yang pernah kuambil sejauh ini...... 
Selamat berjuang PEjuang PJKA..!

Pacitan...Februari 2016

Sam.budisampurno